Check dulu

SEO Reports for ishmaryam.blogspot.com Pagerank

Jumat, 23 Mei 2014

Filled Under: ,

Pemimpin yang kumau itu...

islami pemimpin

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (Q.S Al-Baqoroh:30)


Betapa indah kita memulai semua ini. Kita-sebagai-manusia-yang-ditunjuk-sebagai-khalifah. Di awali dengan manusia seribu tahun, Adam A.S lalu memanjang terus hingga gelar itu sampai pada kita. 

Pemimpin.


Gelar itulah yang turun-temurun diberikan pada kita.
 Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Percakapan itu ditutup dengan kalimat menawan dari Sang Khalik. Maha benar Allah atas segala firman-Nya. Inilah dasar bahwa setiap dari kita adalah seorang khalifah-paling-tidak-bagi-diri-sendiri. Namun jika kita melihat khalifah-pemimpin pada cakupan yang lebih luas, maka mari kita buka kembali lembaran suci itu 
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat perintah dan larangan (amanat), lalu Ibrahim melaksanakannya dengan baik. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikan engkau pemimpin bagi manusia. Ibrahim bertanya: Dan dari keturunanku juga (dijadikan pemimpin)? Allah SWT menjawab: Janji (amanat)ku ini tidak (berhak) diperoleh bagi  orang zalim. (Q.S Al-Baqoroh:124)
Bahwa Ibrahim dijadikan sebagai pemimpin manusia setelah ia diuji dan berhasil melakukan ujiannya dengan baik. Lalu ketika Ibrahim bertanya tentang keturunannya apakah juga dijadikan pemimpin, Allah meng-iya-kan, akan tetapi dengan kalimat
Janji (amanat)ku ini tidak (berhak) diperoleh bagi orang zalim.
Bukankah tertera dengan sangat jelas, walaupun keturunan Ibrahim, jika ia berbuat zalim, maka ia tidak berhak mendapat gelar sebagai pemimpin manusia lainnya. Kemudian kisah itu berlanjut pada Ismail dan Ishaq yang menjadi Rasul, hingga sampailah amanah itu pada Muhammad SAW.

Kemudian kita mengetahui masa khulafaur rasyidin dimana ketika itu khalifah adalah orang yang menggantikan Rasulullah memimpin umat islam. Tersebutlah nama, Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali. Takkan panjang-panjang mengenai hal
 ini, karena topik utama tulisan  kali ini bukanlah mengenai sejarah.
~~~

Duhai kau, pengemban amanah ummat                                                                                                Aku tahu, banyak sekali diucapkan tentang syarat                                                                           Baik, bersih, bertanggung jawab, tidak korupsi hingga ingat pada rakyat
Tetapi aku hanya punya satu,                                                                                                                           karena sejatinya aku tak mau membuat kalian terlalu banyak menghapal
 Cukup satu, maukah kau sejenak memirkannya?

Aku hanya ingin engkau berpijak pada kuatnya sebuah pondasi
Yang mana pondasi itu kita sebut dengan cinta.
Wahai pemimpin kami,
Cintailah Allah.

Cukup itu saja,
sederhana, bukan?

Karena jika kita telah berbicara tentang cinta,
kita akan masuk pada kekuatan mahadahsyat
Sekali lagi,
Cintailah Allah.

BIMUALIR-Karena jika engkau-pemimpin-kami, telah sampai pada titik mencintai Allah, tentu engkau akan beribadah dengan baik, engkau akan berusaha menambah tabungan akhiratmu, engkau akan berusaha sedekat mungkin dengan Tuhanmu,  pun engkau akan memahami sebuah hadis riwayat Bukhori Muslim ketika seseorang meminta diberikan jabatan pada Rasulullah
"Ya Rasulullah, berilah kepada kami jabatan pada salah satu bagian yang diberikan Allah kepadamu." Maka jawab Rasulullah SAW, "Demi Allah, kami tidak mengangkat seseorang pada suatu jabatan kepada orang yang menginginkan atau ambisi pada jabatan itu"
Lalu ketika engkau telah mencapai titik mencintai Allah, engkau akan berusaha memperbaiki ummat dan bersabar atas segala sikap dan ujian, maka saat itu Allah akan memenuhi janjiNya
Kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka sabar
 Pemimpin hakiki yang langsung dipilih Allah. 

Karena ketika mencintai Allah, adalah sebuah hal yang pasti ketika engkau memenuhi kriteria seorang pemimpin. Kriteria yang dimiliki para nabi dan rasul, meskipun engkau bukanlah salah satu di antaranya. 

Shiddiq, Fathonah, Amanah dan Tabligh.

Engkau akan memaknai dengan penuh tanggungjawab atas firman-Nya ketika Allah berpesan kepada Daud
Wahai Daud, Kami telah menjadikan kamu khalifah di bumi, maka berilah putusan antara manusia dengan hak (adil) dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
Pemimpin yang kumau itu, Pemimpin yang mencintai Allah

Karena jika ia mencintai Allah, ia akan mencintai rakyatnya. Sekalipun bila rakyatnya bukan seorang muslim. Sebagaimana ketika Rasulullah memimpin ummat islam. Ketentraman itu bukan hanya didapatkan bagi rakyat yang muslim saja, tetapi bagi semua rakyatnya tanpa terkecuali. Hingga ketentraman itu juga didapat oleh seorang Nenek Yahudi yang buta, tak tahu apa-apa ketika Rasulullah menyuapinya, menjelekkan Rasulullah pada sang penyuap tanpa tahu siapa. Hingga ketika waktunya tiba, sang nenek mendapatkan apa yang harusnya ia tahu dari dulu dari seorang Abu Bakar. Hidayah  terbesarnya ialah, Nenek Yahudi yang buta itu menjadi Muslim.

Sederhana saja, tapi cukup-amat berat

Pemimpin yang kumau itu, Pemimpin yang mencintai Allah

Yang Firman Allah melandasi sikapnya, 
Yang Asma Allah memenuhi pidatonya.

Bagimu yang menjadi makmum
yang merupakan rakyat biasa
yang enggan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya

Bagimu, yang barangkali tak ingin ikut berkecimpung pada masa depan kita.
yang berkata politik itu kotor 
tapi tak bergerak untuk membuatnya bersih
hingga menutup hati untuk sekedar melihat dan mendengar

Hingga sampailah pada tiga kata,
Aku Golput aja

Duhai! Seandainya kita dapat bertemu 
Aku begitu iri padamu,
yang telah mendapat kesempatan memperbaiki negara kita, 
Tetapi begitu disayangkan
Engkau tak mau

Tahukah kau, betapa aku dilanda rindu untuk dapat memperbaiki negri ini?
Hanya belum tiba bagiku dan teman-temanku pada sebuah waktu
Aku dan teman-temanku berkata,
"Sabar, tinggal dua tahun lagi"
Meskipun jelas jika bisa kini tak mungkin kami tunda 

Kau yang memilih untuk tidak memilih,
sadarkah bahwa juga telah ditimpakan kepadamu sebuah amanah?
Ingatkah engkau pada firman Tuhan?

Takutlah kalian terhadap hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak di zalimi.( Q.S Al-Baqoroh: 281)








maryam ishmatullah

Author & Editor

Vakum sementara karena udah kelas 3 SMA ^^.

20 opini:

  1. pemimpin yang tidak menindas dan tidak menyengsarakan rakyat kecil

    BalasHapus
  2. kalo ada, ya sipp tuh, cuman cinta sama Allah aja bakal lurus tuh jalan pemerintahannya.
    tpi, sulit lah hari gini mau milih pemimpin yang begituan dek. jarang, malah gak ada. di daerahku aja uda maen politik uang. apa mungkin tuh tujuannya jadi pemimipin untuk berjuang untuk rakyatnya apalagi berjuang di jalan Nya ? *mikirkeras* x_x

    ee iya, uda lama gak nongol dek? kapan balik?? hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas bener, kenapa ga mas surya aja? ^^ kalau sekarang mmg ga ada, yuk, kita buat ada!

      Kapan ya, mas? Pokoknya setelah UN ^^

      Hapus
  3. Malam mbak isma., lama tak berkunjung lagi ke blog ini,, salam kenal lagi,, saya valentino febrian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam, mas valentino ^^ hehhe sipp.. wah blog baru ya?

      Hapus
  4. Pemimpin yang baik adalah yang takut sama Tuhan,jika takut sama Tuhan maka ia akan ingat dosa

    BalasHapus
  5. Jika Seorang Pemimpin Mencintai Allah SWT maka ia harus patuh dan taat kepada segala Aturan yg Allah SWT berikan, takut melakukan segala perbuatan yang Allah larang dan selalu mengemban tugasnya sebagai Khalifah dgn "mencintai" rakyatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mas ekaa :') terharu euy!

      Hapus
  6. Terima kasih postingnya. Kalau dari surat Al Baqoroh tersebut jelas bahwa untuk menjadi pemimpin harus tahu banyak hal. Ini rahasianya mengapa nabi Adam mampu mengalahkan pengetahuan para malaikat karena Allah telah mengajarkannya terlebih dahulu. Salam untuk semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masama :) wahh ishmah baru tahu, ntar Ishmah cari lagi ya, mas.. makasih ilmunyaa :)

      Hapus
  7. very nice entry.. sgt menyentuh hati.. keep it coming.. :D

    BalasHapus
  8. setidaknya masih juga berharap...masih ada dan banyak juga orang baikdi negeri ini
    dan semoga kita menemukan sosok pemimpin yg kita harapkan :)

    BalasHapus
  9. ngeri aku sama pemimpin haus kuasa dan menghalalkan segala cara

    BalasHapus
  10. tak kirain judul ini tadi maksunya tentang Suami atau imam yang kumau itu
    eh ternyata pemimpin bidang politik wkwkw :D
    jika sudah membahas politik maka sifat manusiawi manusia pasti akan selalu keluar,nurani akan sedikit pudar dan pilihan rakyat pun tidak terlalu terpendar...

    BalasHapus

Jangan bosan untuk berkunjung dan memberikan saran buat Ishma, yah! :)

 

Testing dulu:

  • Copyright © Bimualir™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.