Check dulu

SEO Reports for ishmaryam.blogspot.com Pagerank

Kamis, 05 Juni 2014

Filled Under: , ,

Bunuh Diri, Itu..

islami kisah sharing

LAST SAMURAI-Samurai Terakhir
Begitulah judul pilemnya. 

BIMUALIR-Sesuai dengan judul, film ini mengisahkan tentang samurai. Dimainkan oleh Orang Barat dan Orang Jepang   yang ganteng, cantik dan tentu handal berakting sehingga menambah kesan bahwa film  ini menawan. Barangkali di antara sobat ada yang pernah menontonnya, jika belum mungkin bisa melihat sinopsis atau filmnya di mba gugel  atau di mbok yutub

Tidak, bagian yang akan kita bahas bukan seputar Review film Last  Samurai secara kesuluruhan., hanya sebuah potongan saja.

Perang sudah dimulai. Memang strategi Sang Kapten sangat jitu. Hanya saja, bagaimanapun juga prajurit Omura sangat banyak. Ketika para samurai dengan kudanya berlari menuju pasukan Omura (setelah mereka sebelumnya telah mengalahkan prajurit Omura yang lain, yang juga banyak) Omura tentu terlihat takut, lantas berteriak pada prajurit untuk menggunakan senjata barunya. Dua ratus peluru dalam satu menit. Pun jumlah senjata yang tidak cuman satu. Lebih dari cukup untuk menghabiskan samurai-samurai yang jumlahnya jauh dari banyak. Dan, yah! habis sudah samurai-samurai perkasa itu. Dua orang yang tersisa. Katsumoto dan Sang Kapten. bergerak tangan Katsumoto mencoba meraih pedangnya, lalu Sang Kapten mendekati Katsumoto lalu memegang tangan Katsumoto, mencoba melarangnya. Melarang apa? Inilah dia! Sang Kapten pada akhirnya tidak bisa melawan Katsumoto yang sangat ia segani. Ia mengalah pada keinginan Katsumoto. Katsumoto memberikan pedangnya untuk dipegang Sang Kapten sembari memegangnya dengan tangan sendiri. "Kau siap?" tanya Sang Kapten. Katsumoto mengangguk, dan
Crash!
dua tangan dari badan yang berbeda itu menusuk Katsumoto. Akhirnya, bukankah kita sampai di sebuah kesimpulan bahwa Katsumoto membunuh dirinya sendiri?


Cerita ini membuat Ishmah memutar kembali ingatan pada sebuah cerita nyata.

Qotzman.

Begitulah pria berani itu diebut. sehingga salah seorang sahabat berkata,
"Tidak seorang pun dari kita yang bisa menandingi kehebatan Qotzman"
Lantas Sang Manusia Al-Amin itu mengeluarkan kalimat yang amat mengherankan
"Sebenarnya di itu adalah golongan penduduk neraka"
Hey, ayolah! Bagiamana mungkin lelaki yang telah berani dengan gagahnya mengikuti berbagai perang lalu meninggal ketika perang itu sendiri merupakan penghuni neraka?

Tetapi, apakah kita ingin menyangkal Khatamul Anbiyyin? Maka, mari kita telusuri sejarah.  Rasulullah SAW pun melanjutkan kalimatnya.
"Ketika Qotzam berperang, Qotzam mengalami luka yang parah karena diserang musuh. Badannya berlumur darah..."
Siapa yang tidak merasa sakit dalam keadaan seperti itu?
"..dengan cepat Qotzam menegakkan pedangnya di atas tanah lalu menusukkan pedang tersebuut le dadanya.." 
Bukan. Sang jago perang itu tidak berakhir di pedang lawannya, tetapi di pedangnya sendiri! Lalu terungkaplah sudah alasan Qotzman menjadi penghuni neraka.  Mari kita sedikit membayangkan, dari sekian banyak perang yang diikuti, hanya karena satu kejadian dimana ia tak dapat menahan sakit hingga ia membunuh dirinya sendiri, iadijadikan Allah sebagai penghuni neraka. Bunuh Diri. 

Setelah itu, mari kita bandingkan..
Tentu kata bunuh diri tidak aneh lagi jika terampang pada judul-judul koran. Kebanyakan alasannya, bukankah kita mengetahuinya? Pacar, Hutang, UN...

Ketika kita bandingkan dengan si Qotzam bukankah itu menjadi tidak sebanding? Qotzam bunuh diri karena sakit yang ia rasakan begitu hebat.  Tidaklah datang rasa inginbunuh diri itu karena masalah pacarnya. Kita pun telah tahu, bukan? Bahwa Qotzam yang bunh diri dalam perang itu di-cap sebagaipenghuni neraka. Lalu apa jadinya dengan orang-orang yang bunuh diri karena alasan yang telah kebanyakan dari kita tahu?

Astaghfirullah..

Akan tetapi, kisah Qotzam pun tidak berakhir di sini. Jika segala sesuatu bisa menjadi pahala jika diniatkan karena Allah, begitu pula sebaliknya bukan? Dan inilah niat Qotzam saat berperang
"Demu Allah, aku berperang tidak karena agama. Tetapi karena menjaga kehormatan Madinah, supaya tidak dihancurkan oleh Quraisy. Aku berperang hanya untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tidak akan berperang."
Bukankah pada akhirnya semua menajdi begitu benderang?
Alasan mengapa Qotzman dijuluki,

Pahlawan Neraka

Nampaknya, postingan kali ini begitu di dukung, sebab ketika Ishmah menonton acara TV (baca: 360) ternyata juga tengah membahas mengenai bunuh diri yang begitu maraknya di daerah Gunung Kidul.

Astaghfirullah..

Hingga dari acara itu, Ishmah mendapat kalimat indah,

"Pola pikir orang Indonesia harus diubah..

..dari berani mati, jadi berani hidup" 




maryam ishmatullah

Author & Editor

Vakum sementara karena udah kelas 3 SMA ^^.

43 opini:

  1. Balasan
    1. ini "iya yah" , maksudnya apa kah mas Samuel? :D *radaambigu

      Hapus
  2. Qotzam,.. baru denger namanya,.. nice post,.. nice timing ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohho begitu~

      sipsip makasih mas umar :)
      malam-malam datang ke sini, mas umar lagi ngeronda nih ceritanya?

      Hapus
  3. :) first time saya dengar nama Qotzman, tapi ada search di wikipedia. Sememangnya nama asal Qotzman itu Qotzman ya? :D

    betul jugak kan.. kita kenalah berani dalam masa yg sama ada perasaan ingin teruskan hidup.. nice entry ^__^

    and I learn new thing today :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh! perihal itu tak pula Ishmah tau, kak ^^ *ishmahtaunyanamanyaQotzman

      iya kak, thank's yah :)

      Alhamdulillah ^^

      Hapus
    2. owh begitu ya Ismah.. thanks ya :)

      no problem ^_^

      hehe..

      Hapus
    3. sama-sama kak ^^

      hee, *malu :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. mungkin bisa dibilang begitu..
      tapi iman kita juga naik-turun terus, kan? :)

      Hapus
  5. bunuh diri secara agama itu dilarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah benar sekali! itulah intinya.. :)

      Hapus
  6. Bunuh diri itu dosa besar
    Jatuh keneraka tempat yang wajar

    BalasHapus
  7. Salam ukhwah, singgah sini jalan-jalan blogwalking dari segmen Nak URL Blog #5 by mialiana.. salam perkenalan, salam ceria dari MyCherita

    BalasHapus
    Balasan
    1. uwwow, makasih sangat kak ^^
      salam perkenalan pulak dari IShmah

      Hapus
  8. merinding bacanya...
    membayangkan, jika berada keadaan terdesak di medan perang dimana antara hidup dan mati bersama lumuran darah, memang menurutku wajar jika berpikir lebih baik mati daripada merasa kesakitan di ambang kematian...
    memang gak bisa dibandingkan dengan anak muda yg bunuh diri karena hal 'sepele', tetapi bunuh diri tetap aja bunuh diri, jadinya ya.. masuk neraka... dan juga niat awal Qotzman juga memang perlu dibenarin seh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas JIM! Asli ini Ishmah terharuu :') u,u
      Mas JIM pembaca yang sangat baik :)

      Hapus
  9. benar sekali pola pikir untuk bunuh diri seperti itu memang harus disingkirkan jauh-jauh..
    sungguh tak sebanding dengan segala anugerah dan rahmat yang telah diberikan oleh Allah kepada HambaNya walaupun memang pemikiran manusia itu selalu mudah merasa terdzalimi, mudah merasa sakit, mudah merasa terhina, mudah merasa jatuh,, sebenarnya pikiran seperti itu ada baiknya namun hanya jika menjadi efek yang positif dan menjadikan individu itu menjadi individu yang selalu berusaha lebih keras lagi lebih baik lagi .. jeleknya ya itu lo putus asa, patah terus pengen bunuh diri..ahahaha *if you know what i mean* :v rasa alay merajalela.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ayo kita usir, mba rahma *hushushh

      iya!! sangat ga sebanding :)

      Ishmah rasa Ishmah mengerti apa yang kak Rahma maksud.. (mungkin) :D hehe

      makasih kak ;)

      Hapus
    2. seandainya semudah itu untuk mengusirnya,pasti manusia itu bakalan jadi manusia yg maju di segala bidang ahahaha :D tp sulit bukan berarti tidak dapat diusahakan :)

      Hapus
    3. iyah, kak (lagi-lagi) benar sekalli!! :)

      Hapus
  10. setuju dgn Dyah, jauhkan rasa itu jgn pernah dekati hehehe. Kuncinya itu ada pada hubungan kita dgn sesama manusia, selama silaturahmi terjalin baik insya Allah akan terhindari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah ^^ setujjuuhh, kawaan :))

      Hapus
    2. loh loh kok jadi saya dibawa2 toh :O

      Hapus
    3. nggak kak rahma ^^ kak rahma ga dibawa kemana-mana kok :D

      Hapus
  11. endingnya bagus: pola pikir orang indonesia musti diubah dari berani mati menjadi berani hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mas Ario.. meskipun itu bukan kata kata Ishmah :D

      Hapus
  12. Datang dari segmen kak Mia. Nice blog :)
    official blog --> http://fiqansz.blogspot.com
    Dan jemput join giveaway fiqa dengan hanya melengkapkan 3 syarat mudah ^^

    1). Infinite Last Romeo Giveaway

    GRAND PRIZE / TOP REFERRAL (1 winner):
    1x Infinite Last Romeo Official Album

    LUCKY DRAW (16 Winners):
    1x MP3 shuffle + 2GB Memory Card (All copy of Infinite Album in it)
    1x INFINITE Replica Jersey (all members available)
    2x INFINITE Special Limited Edition Button Badges
    1x Infinite Key Holder
    1x INFINITE Button Badge
    2x Notebook
    8x Topup RM5

    Giveaway end: 15 Jun 2014


    *Click on the link below to enter:
    INFINITE LAST ROMEO GIVEAWAY BY FIQA NSZ


    2). Segmen Saya Nak Doodle 48 Jam by Fiqa Nsz

    Hadiahnya:
    Peserta terawal x5 - Doodle
    Peserta Random x5 - Doodle

    Segmen Tamat pada 7hb Jun tepat pukul 1 AM.

    *Klik pada link dibawah untuk menyertai:
    SEGMEN SAYA NAK DOODLE 48 JAM BY FIQA NSZ

    BalasHapus
    Balasan
    1. #YSS (Yo Sing Sabar) bahasa Indonesianya *Ya Yang Sabar AJA* ckakakak :v :P

      Hapus
    2. hahhay !! siplatu kak rahma :) *akurapopo

      Hapus
  13. jika kesadaran hidup untuk mati dan mati untuk hidup ada kemungkinan akan menjauhi bunuh diri

    BalasHapus
  14. di sangka bunuh diri itu enak
    kali ya mbak...hehehe

    BalasHapus
  15. Berani Mati untuk Hidup dan Berani Hidup untuk persiapan nanti kalo udah meninggal xixiii ... muter2 jadi puyeng mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh! Ishmah ikutan puyeng nih *ceritanyaadaemotburungburungmengelilingikepalaIshmah :D

      Hapus
  16. Waduh. pola pikir orang indonesia musti diubah dari berani mati menjadi berani hidup.
    mantap tuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, mantap! tapi sayangnya bukan tulisan Ishmah -,-

      Hapus
  17. awalnya sich enjoy tapi ngeri juga jadinya setelah sampai
    "Ketika Qotzam berperang, Qotzam mengalami luka yang parah karena diserang musuh. Badannya berlumur darah..."
    Siapa yang tidak merasa sakit dalam keadaan seperti itu?
    "..dengan cepat Qotzam menegakkan pedangnya di atas tanah lalu menusukkan pedang tersebut ke dadanya.."

    tak terbayangkan dalam pikiran apa rasanya, kena silet aja dah @?!&%$@

    'sukses buat admin'

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, itu nyeri banget pasti *ngerijuga

      makashi, mas erick! :)

      Hapus
  18. Assalamu 'alaikum wr.wb.
    Hii sereem amat dik Ishmah. Takut ah..
    Mati atau ajal, Allah swt lah yang berwenang. Kalau kita bunuh diri, ini namanya mendahului kehendah Allah swt, Astaqfirullah...
    Dan bunuh diri, menurut saya, adalah tindakan terbodoh. Paling tidak kita sudah membuang kesempatan untuk taubat.. hehehe.

    Terima kasih sudah mengingatkan.
    Wassalamu 'alaikum wr.wb.

    BalasHapus

Jangan bosan untuk berkunjung dan memberikan saran buat Ishma, yah! :)

 

Testing dulu:

  • Copyright © Bimualir™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.