Check dulu

SEO Reports for ishmaryam.blogspot.com Pagerank

Jumat, 06 Juni 2014

Filled Under: , , ,

Yunda-Dinda-Cinta

curcol giveaway guru teman
Yunda...

Panggilan itu begitu menggema pada hari-hari yang ia habiskan pada kata abdi-mengabdi-pengabdian. Tidak, kau tidak akan menemukannya pada foto-foto, buku-buku, atau pun pada orang-orang yang tegak menggenggam piala. Barangkali, tidak.

Kita, maksudku, kebanyakan dari kita lebih memaknai 'kebahagiaan' yah, seperti itu~ dengan foto-foto, buku-buku, dan piala-piala. Tidak, tidak ada yang salah. Sama sekali tidak salah. Hanya saja, ternyata ada kebahagiaan yang setingkat lebih tinggi dari apa yang selama ini kita pahami.

Dinda...

Amat indah ketika kata itu meluncur tulus dari bibirnya. Bagaimana mungkin kita tahu bahwa ia tulus? Mudah saja, damai. Ketika kata itu terucap, kau akan merasa damai dilanjutkan dengan kalimat-kalimat penyejuk yang membuka jalan. Masihkah kita ingat apa itu damai? 

Percakapan Yunda-Dinda itu mengisi penuh relung pada keduanya. Menembuskan kehangatan di antara mereka hingga ke langit. Biar kuberitahu, Dindanya tak cuma satu. Tapi pada hatinya yang lapang, dinda-dindanya punya tempat masing-masing.

~~~

Dua ribu sebelas.  Terungkap kembali satu tulisan di Lauh Mahfuz. Bahwa pada dua ribu sebelas, Sang Khalik telah membawaku pada (lagi-lagi), sebuah pertemuan. Wanita berjilbab panjang dengan kaca mata itu, pertama kali kukenal sebagai, Guru Pendidikan Kewaganegaraan.

Sebelum tulisan ini berlanjut, akan kuberi tahukan bahwa betapa takkan ada yang menandingi skenario Yang Maha Rahman. Tidak akan ada. contoh kecilnya, ini dia..

Beberapa tahun silam, ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar beberapa orang berkumpul melingkar. Benteng Malborough, ialah sebuah saksi mati bahwa pada pertemuan itu telah terekam sebuah dialog. 

"Teh, ini Ustadzah Retmi nanti Teteh umi titip ke Ustdzah Retmi waktu SMP, iya 'kan Ustadzah?"
ia tersenyum menyetujui.
"Iya.."

Hey, ketika itu aku masih terlalu kecil untuk sekedar tahu apa, apalagi mengingat siapa. Sehingga di tahun-tahun berikutnya kuketahui percakapan ini hanya dari mendengarnya. Subhanallah

Mari kita kembali. Guru PKN. Tahun pertama hubungan itu, terasa seperti guru-murid yang lainnya. Menjelaskan-Mendengarkan. Hubungan itu mulia, memang. Tahun kedua, Guru PKN itu menjadi wali kelasku. Hingga benih-benih cinta mulai tumbuh lebih dari sekedar guru dan murid. Saudara. Sahabat. Kakak. Orang Tua. Hubungan yang melingkupi hal-hal itu. 

Dan cinta itu makin bersemi dari cerita-cerita di sela makan siang. Pada canda saat  zuhur menjelang. Hingga pelukan yang hadir kala dingin menerjang. Cinta itu, ada. Cinta. Karena itu, di suatu hari aku memutuskan menyapamu dengan sebutan yang indah namun berbeda.
~~~
Tahun ketiga. Tahun Terakhir. 
Tahun terakhirku di SMP IT Iqra Bengkulu

Pagi, jika aku datang duluan  kulihat dirimu dibawah tiang,  kusapa
Siang, jika nampak olehku dirimu lewat di lapangan, kupanggil
Sore, ketika tiba masa tuk pulang, kuberbisik

"Assalamualaikum, Cinta.. Selamat pagi "

"Cinta, sini dulu!!"

"Hati-hati ya, Cinta. Salam buat Daeng"

Semua ini, bukankah karena kita  mengamalkan apa yang disabdakan Sang Nabi?
Dari Anas r.a bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri"
Mencapai kesempurnaan iman. 
Mencintai karena Sang Pemberi Cinta.
Mencintai.

~~~
Kini, sudah tiba masaku, 'kan Cinta?
Sudah tiba waktuku tuk membuktikannya, 'kan Ustadzah?
Untuk sebuah percakapan siang itu, ketika diri tengah terhempas jauh. 

Dirimu berkata,
"Atas Nama Allah, aku mencintaimu. Kutunggu ceritamu, cerita kesuksesanmu, Sayang"
 ~~~

Cinta...

Panggilan itu begitu menggema pada hari-hari yang ia habiskan pada kata abdi-mengabdi-pengabdian. Tidak, kau tidak akan menemukannya pada foto-foto, buku-buku, atau pun pada orang-orang yang tegak menggenggam piala. Barangkali, tidak.

Karena sebenarnya, ialah yang ada di balik foto-foto, buku-buku atau pun orang-orang yang tegak menggenggam piala. Guruku, Sahabatku, Kakakku. 

Ustadzah Retmi        
~~~                      

Blogspot ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS
yuk, pada ikutaan :)
-BIMUALIR 




maryam ishmatullah

Author & Editor

Vakum sementara karena udah kelas 3 SMA ^^.

55 opini:

  1. Balasan
    1. mimi? apaan mas? *inisuergangertimaksudnya *duh ^^"

      Hapus
    2. mimi' itu minum mungkin.

      Hapus
    3. Mas Zachhh! itu maksudnya apa, toh -,-

      *Ishmahanyaanakpolosyangtaubanyak

      Hapus
  2. kan yunda, dinda, cinta.. panggilan anak muda jaman skrg buat pacarnya,.. mimi gk ? (pembelaan buat komentar ngasal yg ditujukan sekedarnya buat ngamanin pertamax) :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Umaaaar *teriakk
      huft -,- baca dulu dong,
      itu guru, mas. Guru. Guru perempuan pulak -_- *duh!

      gara-gara pertamax seeh

      :D *tandamarahboongan

      Hapus
  3. Yunda-dinda-cinta sebuah nasehat guru atau pun kerabat kepada seorang sahabat atau pun anak didiknya agar selalu ingat, bahwa segala sesuatunya bisa terjadi bila ada usaha yang keras. Walau panjang namun tetap enak di baca dan di respon ya Mba. :D

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas ^^ Makasih yaa :)
      uwwah makasih :")

      Hapus
  4. kak mia blogwalking sini....

    #terima kasih sudi join... blog ini tersenarai di http://www.mialiana.com/2014/06/senarai-url-blog-5.html

    BalasHapus
  5. ceritanya menarik mbak, lanjutkan dengan cerita lainnya. suksess

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Alya kah nama Kang Zigzoor ya?

      Hapus
    2. uwwahh!! *iniIshmahlangsungteriakguling2 Ishmah hapus aja ah! komenannya!! *duh

      Hapus
    3. maaf ya Kang Zigzoor^^

      makasih :D ^^"

      Hapus
  6. Memang Cinta tumbuh karena seizin sang pemberi cinta. Berbahagialah kita-kita yang sanggup mencintai karena mengikuti sunnah rasullullah...Dan, semoga blog mbak sukses deh dalam lomba tersebut. Mudah-mudahan juga karena Cinta...

    BalasHapus
  7. apalagi panggilan yg sangat mesra.
    "Assalamualaikum, Cinta.. Selamat pagi "

    "Cinta, sini dulu!!"

    "Hati-hati ya, Cinta. Salam buat Daeng"

    xixiiii, jdi inget masa muda dulu dan masa sekolah heuheuheuheuuu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkkw, *duh! :D

      yuk balik muda, lagi~ Kang Eka ^^

      Hapus
  8. Cinta bisa membuat kehidupan semakin indah

    BalasHapus
  9. Abe Kie dtg dari segmen URL Blog #5 Mialiana dan terus follow blog awak. No 483. Jemput ke blog sy plak. TQ.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oho, welcome bang! okeh tunggu Ishmah, bang :)

      Hapus
  10. cinta, jika lahir dari perasaan terdalam, dan karena sang Khaliq, sungguh akan membawa energi yang sakral dan menenteramkan. itu inti hikmah yang saya dapat, untuk saya, setelah saya membaca tulisan di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. uwaah, itu mah Ishmah yang dikasih pesan dari Mas Zach :D

      Hapus
  11. kunjungan pertama gan, salam kenal

    BalasHapus
  12. subhanallah mbak, jadi mbak baru sadar yah kalo ternyata uminya mbak itu dulu pernah bilang mau nitipin mbak ke beliau sewaktu smp,makanya beliau nampak menyayangimu layaknya anaknya sediri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah kak rahma *ceritanyaIshmahsenengKakRahmamunculdisini :D

      Alhamdulillah, kak ^^ Alhadmulillah~

      Hapus
    2. enak dong ya mbak punya guru eh temennya umi sendiri, pasti disayang, diperhatikan, dijagain *jd pengen juga* :(

      Hapus
    3. sebenarnya, semua guru di sekolah ishmah kaya gitu ^^ dan teman2 ishmah diperlakukan dg sama kok :)

      memang enak kak..

      :)

      Hapus
    4. jadi mupeng nich erick nya :d

      Hapus
  13. subhanallah...adem banget rasanya punya ustadzah seperti Umi Retmi ini..sebuah kebahagiaan yang bukan simbolik tentunya, yang tidak bisa terwakilkan oleh piagam, piala dan lainnya....

    sekarang gimana kabarnya yah....

    good luck GA-nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah, rasanya tu *waw!

      kabar siapa nih, mas? Ishmah baik, alhamdulillah, Ustadzah Retmi juga baik, InsayaAllah :) Mas Muroi apa kabar?

      iyah, makasih, mas :)

      Hapus
  14. sambil ikutan baca dulu dari awal yaa...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kak alya ^^

      Mas zach, mana Mas zach?
      nah, Ishmah kira Kang Zigzoor itu kak Alya karena photo profilnya itu lho.. terus namanya mirip sama URL blog kak Alya *duh *pembelaan

      Hapus
  15. dan sebaliknya manusia yang kurang imanya berarti manusia yang membenci saudaranya gitu ya mbak,ini bila di lihat dari tolak balik hadist nabi di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mas Ali!! bisa juga ituh!! *ayokitabolakbalikkalimatnya :D

      Hapus
  16. mantap banget.... saya suka tulisannya... saya juga suka menulis, coba lihat tulisan saya. bagaimana menurut anda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah alhamdulillah *senyum ^^ okeokeh segera.. *tungguyatunggu :)

      Hapus
  17. Artikelnya mantap, sukses selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiah datang lagi adm. dary seo :D okeoke makasih..

      Hapus
  18. Terima kasih partisipasinya di GA kami... Salam hangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. masama kak mechta :)
      *soksoktenangadahal..

      :D

      Hapus
  19. Mantaph dhek Ish..., lanjoetken hehe (~_~)

    BalasHapus
    Balasan
    1. (~_~)--> ceritanyapengenikutanemotalaombob :D

      makasih, om!! :D

      Hapus
  20. kunjungan tengah malam mbak sembari menunggu laga pembuka piala dunia.

    enak juga yach jadi anak didik temen uminya sendiri.
    biar kata ada 'kesalahan' gurunya juga canggung mau marahin nenk ish :-p

    salam sepakbola indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh, ishmah pas pmebukaan ga nonton euy! :D
      *duh

      yee.. gak juga, mas erick.. malah ishmah dimarahin langsung kalau ngelakuain kesalhan :D *bukakartu

      salam sepakbola jugaa

      Hapus
    2. gapapa kak ish :)
      marah untuk kebaikan ;-(

      Hapus
  21. Kata diakhir kata yang membuatku menyukai coretan tinta.
    Dan cinta itu makin bersemi dari cerita-cerita di sela makan siang.
    Pada canda saat zuhur menjelang. Hingga pelukan yang hadir kala dingin menerjang.
    Cinta itu, ada.
    Cinta.
    Karena itu, di suatu hari aku memutuskan menyapamu dengan sebutan yang indah namun berbeda.
    ~~~

    BalasHapus
  22. KEREN!

    simpel kata-katanya, tapi nyentuh banget yaela..
    :')

    makasih ya udah mampir ke blog kaka..
    skarang mau silaturahmi deh

    BalasHapus

Jangan bosan untuk berkunjung dan memberikan saran buat Ishma, yah! :)

 

Testing dulu:

  • Copyright © Bimualir™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.