Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Rabb mereka  dan mereka itulah orang yang beruntung Menjadi apik memang hal yang t...

Retak

Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Rabb mereka 
dan mereka itulah orang yang beruntung




Menjadi apik memang hal yang teramat mahal. Betapa Ishmah merasa sangat menyesal seiring dengan kesadaran bahwa perlunya diri ini berlatih lebih keras dalam menjadi orang yang apik. Tidak Ceroboh. Teliti. Cekatan. Ah, mari sebut kata ajaibnya
Bismillah.
Maut namanya. Benda Kotak. Casing nya warna keemasan. Baru saja-5 menit yang lalu, di layarnya muncul warna hitam. Retaknya kian parah. Lagi. Padahal belum sebulan yang lalu layar dari gawai ini diganti, lumayan memeras kantung. Kantung orang tua (Semoga kedua orang yang tersayang ini tidak membaca post-an kali ini ).

Belum ada setahun memang telepon genggam ini  Ishmah miliki. Tak lebih dari sebulan nampaknya si doi ini Ishmah 'resmikan' namanya di depan beberapa saksi, Nanay dan Atuy (adik-adik Ishmah). 
Perkenalkan, namanya
Maut
 Ishmah mulai memberi nama benda-benda kesayangan setelah membaca buku
Zadul Ma'ad oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah
Luar biasa memang buku ini. Luar biasa karena telah membahas mengenai seseorang paling luarbiasa di semesta, Rasulullah SAW.

Ketika sampai di bab nama dari barang-barang Rasulullah, Ishmah semakin tidak tahu kata apa yang paling luar biasa untuk mengungkapkan keluarbiasaan. Buku ini recommended banget! Intinya, sejak saat itu, Ishmah mulai memberi nama untuk barang-barang tertentu.

Dan Ishmah memilih memberi nama si handphone ini dengan nama 'Maut' karena alasan yang mudah ditebak dan sederhana saja, suapaya inget mati setiap megang handphone. 


Begitulah sekilas tentang si Maut.
Tapi toh sisi positif dari semakin tidak enaknya dilihat
si Maut ini ialah semakin jarang juga Ishmah membuka
handphone untuk hal yang tidak terlalu bermanfaat.

4 komentar:

Kamu yang ke-